RSS

Mengenal Hidroponik

Latar Belakang

Hidroponik muncul sebagai alternatif pertanian lahan terbatas. Dengan sistem ini memungkinkan sayuran ditanam di daerah yang kurang subur/daerah sempit yang padat penduduknya. Pengembangan hidroponik di Indonesia mempunyai prospek yang cerah,baik untuk mengisi kebutuhan dalam negeri maupun merebut peluang ekspor. Penerapan hidroponik secara komersial di Indonesia dimulai tahun 1980 di Jakarta untuk memproduksi sayuran dan buah bernilai ekonomi tinggi. Saat ini ada beberapa perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang hidroponik. Antara lain:PT.Saung Mirwan,Parung Farm,PT.Joro,Putri Segar,Amazing Farm,PT.Bandung Farmer Internasional,dan HMI Fruits & vegetables.

Mungkin, bagi sebagian besar orang tidak akan percaya di antara ratusan tomat yang dimakan tidak tumbuh di atas tanah melainkan di air. Seperti percobaan yang yang dilakukan salah satu bapak hidroponik, Dr.W.F.Gericke dari Universitas California pada tahun 1930-an. Latar belakang Gericke meneliti sistem hidroponik ini, karena ia melihat luas tanah di sekelilingnya terasa semakin menciut untuk ditumbuhi berbagai tanaman.


Hidroponik (latin; hydro = air; ponos = kerja) adalah suatu metode bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, melainkan dengan menggunakan larutan mineral bernutrisi atau bahan lainnya yang mengandung unsur hara seperti sabut kelapa, serat mineral, pasir, pecahan batu bata, serbuk kayu, dan lain-lain sebagai pengganti media tanah.

Kelebihan hidroponik
  • hidroponik ini mempunyai beberapa kelebihan berbanding dengan sistem penanaman biasa yang menggunakan tanah seperti berikut:
  • Sistem ini boleh dipraktikkan pada kawasan yang tidak sesuai untuk penanaman secara biasa seperti tanah bertoksik, padang pasir dan lain-lain;
  • Sayur-sayuran akan cepat tumbuh dan mengeluarkan hasil yang berkualiti tinggi;
  • Bersih dan bebas daripada sebarang racun makhluk perosak;
  • Tidak perlu merumpai, menyiram dan mencangkul;
  • Penggunaan air dan baja yang terkawal dan efisien;
Manfaat penerapan hidroponik
  • Hasil dan kualitas tanaman lebih tinggi
  • Lebih terbebas dari hama dan penyakit
  • Penggunaan air dan pupuk lebih hemat
  • Dapat untuk mengatasi masalah tanah
  • Dapat untuk mengatasi masalah keterbatasan lahan

Jenis Hidroponik Berdasar Pada Media

1. Kultur Air
media Kultur Air merupakan Hidroponik yang Terapung dan Nutrient Film Technic (NFT), dimana NFT (Nutrient Film Technique) adalah adalah salah satu iasm dalam budidaya secara hidroponik. Sistem ini menggunakan media air yang mengandung nutrisi, dan air tersebut mengalir tipis rata-rata 0.5 mm – 3 mm, tipis seperti film. Sedangkan akar terendam sebagian. Tetapi iasm ini pun sudah sangat berkembang dan di modifikasi dengan berbagai teknik, sebagian besar aliran air nutrisi tanaman mengailir dan embali lagi di alirkan (circulating). Hidroponik NFT pertama kali muncul di Inggris pada tahun 1970, dan sepengetahuan saya iasm ini mulai masuk di Indonesia tahun 1992.


2. Media batu apung
media yang digunakan yaitu Batu apung, dari sifat-sifat batu apung, mungkin yang bisa dimanfaatkan adalah sifat fisik batuannya yang ringan, berpori, mampu meluluskan air, dan material penyusunnya tidak mudah larut/lapuk. Sifat fisik ini cukup ideal bila dimanfaatkan sebagai media tanam ala hidroponik, atau sebagai campuran media pengganti pasir malang. Disisi lain kandungan kimia batu apung terlihat menjanjikan, namun tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Hal ini sehubungan dengan sifat mineral penyusun batu apung yang resistent terhadap pelapukan atau sulit terionisasi. Padahal tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk ion-ion (kation maupun anion).


3. Vermikulaponik
media yang digunakan adalah serbuk gergaji, Tanah gambut dan Arang sekam. Arang sekam memiliki peranan penting sebagai media tanam pengganti tanah. Arang sekam bersifat porous, ringan, tidak kotor dan cukup dapat menahan air. Penggunaan arang sekam cukup meluas dalam budidaya tanaman hias maaupun sayuran (terutama budidaya secara hidroponik)



Macam-macam media hidroponik
1. Media Organik

Contoh: arang sekam, serbuk gergaji, sabut kelapa, akar pakis, vermikulit, gambut dll

Kelebihan Media Organik
  • Kemampuan menyimpan air dan nutrisi tinggi
  • Baik bagi perkembangan mikroorganisme bermanfaat (mikroriza dll)
  • Aerasi optimal (porus)
  • Kemampuan menyangga pH tinggi
  • Sangat cocok bagi perkembangan perakaran
  • Digunakan pada tipe irigasi dripLebih ringan

Kekurangan Media Organik
  • Kelembaban media cukup tinggi, rentan serangan jamur, bakteri, maupun virus penyebab penyakit tanaman
  • Sterilitas media sulit dijamin
  • Tidak permanen, hanya dapat digunakan beberapa kali saja, secara rutin harus diganti

2. Media Non-Organik
Contoh : perlit, rockwool, clay granular, sand, gravel, batu apung, batu bata, batu karang, dll


Kelebihan Media Non-Organik
  • Permanen, dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama
  • Porus, aerasi optimal
  • Cepat mengatuskan air, media tidak terlalu lembab
  • Sterilitasnya lebih terjaminJarang digunakan sebagai inang bagi jamur, bakteri, dan virus
Kekurangan Media Non-Organik
  • Bukan media yang baik bagi perkembangan organisme bermanfaat seperti Mikoriza
  • Media lebih berat, karena umumnya berupa batuan
  • Terlalu cepat mengatuskan air, nutrisi yang diberikan sering terlindiKurang baik bagi perkembangan sistem perakaran

Jenis Tanaman
jenis tanaman yang sudah biasa dibudidayakan dengan sistim hidroponik, meliputi:
  • Sayuran : selada, sawi, pakchoi, tomat, wortel, asparagus, brokoli, cabai, seledri, bawang merah, bawang putih, bawang daun, terong dll
  • Buah : melon, tomat, mentimun, semangka, strawberi, paprika dll
  • Tanaman hias : krisan, gerberra, anggrek, kaladium, kaktus dll


Daftar Pustaka:
www.faperta.ugm.ac.id
http://danusabda.wordpress.com
http://aglaonemaonline.wordpress.com/2008/01/18/batu-apung-untuk-media-tanam/
http://agrica.wordpress.com/2009/01/07/arang-sekam/
http://www.sabah.org.my/bm/nasihat/artikel_pertanian/hidroponik.htm
http://blog.ub.ac.id/wtomo/2010/03/12/hidroponik/

Mengenal Mulsa

A. Pengertian Mulsa

Menurut Buckman dan Brandy (1969) dalam Utomo (2007) bahwa mulsa adalah semua bahan yang digunakan pada permukaan tanah terutama untuk menghalangi hilangnya air karena penguapan atau untuk mematikan tanaman pengganggu. Mulsa sering juga disebut sersah. Sersah sudah terbukti efektif sekali untuk mengurangi penguapan dan menghindari tumbuhnya tanaman pengganggu, tetapi pada umumnya tidak dapat digunakan pada tanaman yang memerlukan pengolahan tanah susulan.

B. Jenis Mulsa

Mulsa sangat berguna untuk membantu pertumbuhan tanaman, menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit. Dari bahan asalnya mulsa dibedakan menjadi dua (www.situshijau.co.id, 2002), yaitu:

1. Mulsa organik

Mulsa organik berasal dari bahan-bahan alami yang mudah terurai seperti sisa-sisa tanaman seperti jerami dan alang-alang. Mulsa ini murah dan mudah didapat. Keuntungan lainnya adalah mulsa ini dapat terurai sehingga menambah kandungan bahan organik dalam tanah. Sebaiknya cacah terlebih dahulu jerami atau alang-alang sebelum ditebarkan di atas tanah sebagai mulsa. Hanya saja pada beberapa waktu kemudian perlu ditambahkan cacahan jerami atau alang-alang untuk mengganti yang mulsa yang telah terurai. Selain jerami dan alang-alang dapat digunakan cacahan batang dan daun jagung atau rumput-rumputan lainnya.

2. Mulsa anorganik

Mulsa anorganik terbuat dari bahan-bahan sintetis yang sukar atau tidak dapat terurai. Contoh mulsa anorganik adalah mulsa plastik, mulsa plastik hitam perak (MPHP) dan karung. Kalau mulsa organik diberikan setelah tanaman atau bibit ditanam, maka mulsa anorganik dipasang sebelum tanaman atau bibit ditanam. Kemudian mulsa dilubangi sesuai dengan jarak tanam.



C. Manfaat pemasangan mulsa

Menurut Purwowidodo (1982). Manfaat dari pemesangan mulsa adalah:

1. Melindungi agregat-agregat tanah dari daya rusak butir hujan

2. Meningkatkan penyerapan air oleh tanah

3. Mengurangi volume dan kecepatan aliran permukaan

4. Memelihara temperatur dan kelembaban tanah

5. Memelihara kandungan bahan organik tanah

6. Mengendalikan pertumbuhan tanaman pengganggu.

D. Keuntungan bertani sistem Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) ini antara lain:

1. Pemberian pupuk dapat dilakukan sekaligus total sebelum tanam

2. Warna hitam dari mulsa menimbulkam kesan gelap sehingga dapat menekan rumput-rumput liar atau gulma

3. Warna perak dari mulsa dapat memantulkan sinar matahari (sinar ultra violet), sehingga dapat mengurangi hama aphid, trips dan tungau, serta secara tidak langsung menekan serangan penyakit virus

4. Menjaga tanah tetap gembur, suhu dan kelembaban tanah relatif tetap (stabil)

5. Mencegah tercucinya pupuk oleh air hujan, dan penguapan unsur hara oleh sinar matahari

6. Buah cabai yang berada di atas permukaan tanah terhindar dari percikan air tanah sehingga mengurangi resiko terjangkitnya penyakit busuk buah

7. Kesuburan tanah karena pemupukan dapat merata, sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya relatif seragam (homogen)

8. Praktis untuk melakukan sterilisasi tanah dengan menggunakan fumigan seperti Basamid-G, karena fungsi MPHP mempercepat proses pembentukan gas zat fumigan tanpa harus membeli plastik khusus

9. Secara ekonomis penggunaan MPHP dapat mengurangi pekerjaan penyiangan dan penggemburan tanah, sehingga biaya pengadaan MPHP dapat dialokasikan dari biaya pemeliharaan tanaman tersebut

10. Pada musim kering (kemarau) MPHP dapat menekan penguapan air dalam tanah, sehingga tidak terlalu sering untuk melakukan penyiraman.

Menurut Anis Dianto, Ridwan Zahab, dan Iskandar Zulkarnain dalam Akin dan Wagianto (2007), nilai rata‑rata koefisien mulsa plastik hitam perak, plastik transparan, jerami berturut­ turut 0,29, 0,33, dan 0,56. Mulsa plastik hitam perak merupakan mulsa yang paling efektif untuk menekan laju evaporasi sampai 66.95%. Hasil ini diketahui dari hasil penelitian di Fakultas Pertanain Jurusan Teknik Pertanian Unila, pada penelitian tersebut media tanam yang digunakan adalah jenis tanah podsolik merah kuning (PMK) bertekstur lempung berliat. Besarnya kebutuhan air tanaman stroberi (Etc adj) dan evapotranspirasi acuan (ETo) ditentukan berdasarkan pengambilan data langsung, yakni pemeriksaan kadar air yang dilakukan pada pagi hari (pukul 07.00 WIB). Besarnya air yang diberikan pada tanaman adalah sebesar jumlah evapotranspirasi dan kandungan air tanah dikembalikan pada kapasitas lapang dengan menggunakan metode gravimetrik.

Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan mulsa mempengaruhi jumlah daun, indeks luas daun, berat basah brangkasan dan berat kering brangkasan serta total kebutuhan air selama dua bulan. Kebutuhan air total tanaman stroberi pada fase pertumbuhan (dua bulan) mencapai 319,87 mm untuk tanaman tanpa mulsa, 105,73 mm untuk tanaman menggunakan mulsa hitam perak, 116,90 mm untuk tanaman menggunakan mulsa transparan, dan 187,60 mm untuk tanaman menggunakan mulsa jerami (Akin dan Wagianto, 2007).


Hasan H, (kedungpalungpung team)

17 oktober 2010

Daftar situs Menarik

Situs Berita
  • okezone.com
  • CNN.com
  • CBSnews
  • ABCnews
  • www.lintasberita.com
  • www.topberita.com
  • www.beritanet.com
Situs Artikel
  • wikipedia.com
  • Scrib.com
  • Ossun.org
Situs Free Download
  • freeware.com
  • majorgeek.com
  • sofedia.com
  • softdown32.com
  • mp3raid.com
  • youtube.com
Situs Informasi Komputer
  • koc2.com
  • tomshardware.com
  • hwbot.com
  • guru3D.com

Teknik Dasar Sablon Kaos

Desain gambar yang telah dibuat dengan program komputer disimpan ke dalam CD atau Flashdisk. File dalam bentuk TIF. Selanjutnya, diproses di tempat reproduksi cetak untuk dibuat film sablon. Jika Anda lebih mudah dengan menggambar sendiri, tanpa bantuan komputer boleh-boleh saja.

Alat Utama, Setelah desain menjadi film positif sablon , dibutuhkan perlengkapan sablon diantaranya;

  1. Bingkai Screen, untuk sablon kaos adalah jenis T48, T54, T61 dan T77. Ada yang terbuat dari kayu atau alumunium,
  2. Penjepit screen, penyekat yang disebut catok ini, digunakan jika Anda membutuhkan meja sebagai bantuan. Apabila Anda akan membuat produksi sablon kaos lebih banyak, benda yang satu ini sangat dibutuhkan,
  3. Pemoles emulsi sablon untuk mengafdruk, bisa dengan menggunakan penggaris atau mistar kecil yang terbuat dari plastik,
  4. Rakel, ada beberapa jenis rakel, tapi yang kita butuhkan adalah jenis rakel untuk kain, jika gambar untuk di kaos berukuran kecil, cukup rakel berukuran kecil saja,
  5. Ulano TZ, emulsi untuk tinta berbasis air,
  6. Hair Dryer / kipas angin,
  7. Penyemprot air (water spray),
  8. Sabun colek / krim (bukan deterjen),
  9. Lakban Coklat (jika menggunakan lakban bening, akan sulit membaca detail gambar pada screen),
  10. Kaca dengan tebal 5mm, ukurannya disesuaikan dengan luas screen,
  11. Bantalan kain hitam, boleh berisi spon,
  12. Kayu triplek, seukuran dengan kaos yang akan dicetak, sebelumnya diberi lem stiker terlebih dahulu, fungsinya agar kaos tidak bergeser pada saat disablon. Triplek ukuran kaos S bisa digunakan kaos ukuran L, tapi tidak sebaliknya,
  13. Kain perca, disarankan dari bahan kaos juga, agar menyerap air.
sumber http://sablon.info/?p=6