RSS

Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP)

Pemanfaatan mulsa biasanya lebih dilihat dari asfek ekonomis atau pembiayaan awal. Mulsa organik biasanya lebih efesien dalam pembiayaan awal dimana biaya awal yang dikeluarkan lebih sedikit karena untuk bahan dasar mulsa tidak perlu mengeluarkan biaya besar. Jerami yang digunakan untuk mulsa di ambil dari sisa panen padi dan langsung ditutup ke tanah. Sedangkan untuk Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) butuh biaya yang cukup besar dalam pembiayaan awalnya. Modal yang digunakan untuk membeli 1 kg mulsa membutuhkan biaya Rp. 25.000,-, bisa diketahui modal yang dikeluarkan untuk lahan 1400m2 dimana kebutuhan mulsa mencapai 200 kg.

Menurut Utomo (2007, tidak dipublikasikan) bahwa pemberian mulsa plastik pada tanah berpengaruh pada kelembaban tanah, karena:

1. Mulsa dapat menghalangi radiasi secara langsung dan melindungi permukaan tanah dari angin yang dapat meningkatkan penguapan sehingga kelembaban tanah dapat tetap terjaga,

2. Mulsa dapat menahan air yang akan menguap, sehingga kehilangan air tanah akibat penguapan dapat ditekan dan kelembaban akan tetap terjaga.

Penelitian Utomo (2007, tidak dipublikasikan) menyatakan bahwa interaksi mulsa plastik dan tingkat pemberian air berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, yang disebabkan oleh :

1. Mulsa plastik dapat menahan penguapan air dari permukaan tanah sehingga persediaan air (kelembaban tanah) tetap mencukupi untuk pertumbuhan tanaman

2. Mulsa plastik mampu menekan pertumbuhan gulma sehingga pertumbuhan tanaman tidak terganggu oleh gulma

3. Mulsa plastik mampu menahan penguapan unsur hara pada tanah sehingga tersedia untuk tanaman

Penggunaan mulsa plastik selain berpengaruh terhadap tinggi tanaman juga berpengaruh terhadap bobot basah pertanaman. Hasil penelitian Utomo (2007, tidak dipublikasikan) berpengaruhnya penggunaan mulsa terhadap bobot basah pertanaman disebabkan oleh:

1. Mulsa plastik dapat menekan penguapan air dari permukaan tanah sehingga persediaan air (kelembaban tanah) tetap mencukupi untuk pertumbuhan dan produksi tanaman

2. Mulsa plastik mampu menekan pertumbuhan gulma sehingga tanaman pokok tidak terganggu oleh tanaman lainnya (gulma) sehingga produksi tanaman bisa optimal

3. Mulsa plastik mampu menahan penguapan unsur hara pada tanah sehingga tetap tersedia bagi tanaman untuk proses pertumbuhan dan produksinya


Gambar Tanaman cabai varietas TM999 menggunakan MPHP


Pemulsaan dapat meningkatkan kadar hara yang dapat diambil tanaman sebagai akibat perbaikan kelembaban dan temperatur tanah. Kelembaban dan temperatur tanah yang optimal lebih memungkinkan meningkatnya ketersediaan unsur hara dalam tanah dan hal ini tentu sangat menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman (Purwowidodo, 1983). Gambar 4 membuktikan hasil budidaya tanaman cabai merah besar dengan menggunakan MPHP, terlihat tanaman cabai merah besar varietas TM999 tumbuh subur serta menunjukan hasil produksi yang tinggi.

Menurut Noorhadi dan Sudadi (2003) dalam Utomo (2007) menyatakan bahwa permukaan plastik yang berwarna perak dapat menyerap panas lebih sedikit dari pada yang dipantulkan. Karena bahan mulsa tersebut adalah plastik, meskipun panas yang diserap sedikit tetapi energi panas akan berada di bawah permukaan plastik dalam waktu yang cukup lama sehingga akan berpengaruh pada kesetabilan suhu tanah. Dari hasil penelitian Utomo (2007, tidak dipublikasikan) bahwa fluktuasi suhu tanah yang diperoleh pada tanah dengan perlakuan mulsa plastik adalah 8,270C sedangkan yang tidak menggunakan mulsa sebesar 10,440C, sehingga didapat perbedaan besar fluktuasi suhu tanah sebesar 2,170C.

Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) sudah banyak dipergunakan dalam pembudidayaan sayuran termasuk dalam budidaya cabai merah besar. Perbedaan produksi tanaman antara yang menggunakan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) dan yang tidak menggunakan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) sangat signifikan, meskipun mendapat perlakuan yang sama. Tanaman cabai yang menggunakan MPHP pertumbuhannya lebih optimal dibandingkan dengan yang tidak menggunakan MPHP.

Gambar Tanaman cabai yang menggunakan MPHP dan tidak menggunakan MPHP

Budidaya tanaman cabai merah besar yang dilakukan seperti pada Gambar di atas menunjukan perbedaan pertumbuhan antara tanaman cabai yang menggunakan MPHP dan yang tidak menggunakan MPHP. Tanaman yang tidak menggunakan MPHP pertumbuhannya sangat kurang optimal, warna daun tidak cerah, buah yang dihasilkan sedikit dan kecil serta batang pohon kurus dan banyak gulmanya yang dapat mengakibatkan persaingan dalam pengambilan hara serta rentan terhadap hama penyakit tanaman.

Pemanfaatan mulsa plastik dalam budidaya pertanain bukan saja menguntungkan tetapi ada juga hal yang merugikannya. MPHP terbuat dari bahan plastik, apabila sudah habis masa tanam maka akan berubah menjadi limbah plastik yang sulit lapuk dalam tanah. Namun demikian MPHP yang sudah tidak terpakai biasanya masih bisa dimanfaatkan kembali, atau bisa juga dijual untuk selanjutnya diolah di tempat daur ulang limbah plastik. Penggunaan mulsa organik juga dapat merugikan tanaman. Menurut Purwowidodo (1983), bahwa hasil beberapa kali penelitian di Australia pada tanaman wheat menunjukan bahwa penggunaan mulsa organik meningkatkan intensitas serangan penyakit bercak kuning daun. Pemulsaan ini terbukti menjamin kehidupan jamur Pyronohora tritici-repentis sebagai penyebab penyakit bercak kuning daun. Pertumbuhan jamur ini terjamin karena kelembaban yang cukup tinggi. Proses pembudidayaan cabai merah dengan menggunakan MPHP masih mempunyai kendala yang paling utama yaitu permodalan. Meskipun rata-rata petani sudah mengetahui keuntungan dari penggunaan MPHP tapi dengan melihat modal awal yang besar maka para petani enggan untuk menggunakan MPHP dalam budidaya cabai merah.



1 komentar:

cun mengatakan...

modal yang dikeluarkan untuk lahan 1400m2 dimana kebutuhan mulsa mencapai 200 kg????????
kayanya salah hitung mas... brdasarkan pengalaman saya menggunakan MPHP untuk 1 ha lahan dengan tanaman cabe 16000-17000 batang hanya dibutuhkan 12 rol MPHP ( 1 rol=18,2kg).kayanya yg benar untuk lahan 1400 m2, hanya butuh 2,5 roll setara dengan 44 kg

Posting Komentar