RSS

Pembangunan Pertanian

Sejarah pembangunan di Indonesia memperlihatkan bahwa pembangunan pada sektor pertanian telah memberi kontribusi yang besar terhadap perubahan dalam perekonomian Indonesia. Pertanian juga memegang peranan penting dalam menyediakan lapangan pekerjaan sebagian penduduk, menyediakan bahan baku bagi sektor yang berkembang, menghemat devisa negara maupun sebagai tempat pasar bagi industri yang berkembang. Beberapa program pembangunan pertanian yang umumnya diprakarsai oleh pemerintah meningkat dengan pesat serta menyebar keseluruh pelosok desa (Idarahmychalidunhas).

Rustiadi dan Hadi, (2006) berpendapat bahwa pembangunan sektor pertanian dan wilayah pedesaan sekarang dianggap sangat penting karena apabila pembangunan pada kedua sektor ini tidak berhasil dikembangkan (terutama dalam jangka menengah dan jangka panjang) dapat memberi dampak negatif terhadap pembangunan nasional keseluruhannya, berupa terjadinya sesenjangan yang semakin melebar antar wilayah dan antar kelompok tingkat pendapatan. Pada gilirannya keadaan ini menciptakan ketidakstabilan yang rentan terhadap setiap goncangan yang menimbulkan gejolak ekonomi sosial yang dapat terjadi secara berulang-ulang.

Menurut Rustiadi dan Hadi (2006), dalam konteks untuk menjalankan pembangunan pertanian di pedesaan terdapat tiga unsur utama yang perlu mendapat perhatian, unsur tersebut adalah :

1. Akses terhadap lahan pertanian dan air,

2. Devolusi politik dan wewenang administratif dari tingkat pusat ke tingkat lokal, dan

3. Perubahan paradigma atau kebijakan pembangunan nasional untuk lebih mendukung diversifikasi produk pertanian. Melihat kota desa sebagai site utama untuk fungsi-fungsi politik dan administrasi, pengembangan agropolitan di banyak negara lebih cocok dilakukan pada skala kabupaten.

Penetapan batas pengembangan pembangunan dalam sektor pertanian harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut (Rustiadi dan Hadi, 2006) :

1. Tingkat kemajuan wilayah;

2. Luas wilayah;

3. Batas wilayah secara fungsional dalam arti melihat ciri agroklimat dan lahan, sumberdaya manusia atau petani, serta pengusaha izin tani yang sama.

Menurut Jayadinata (1992), bahwa pembangunan di wilayah agraris umumnya bertujuan untuk memajukan sektor pertanian dan mengsejahterakan para petani. Kehidupan pertanian di wilayah pedesaan memerlukan empat kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan pertanian, yaitu :

1. Pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan yang memproduksi hasilnya

2. Industri yang menghasilkan barang yang digunakan sebagai masukan dalam pertanian

3. Industri untuk pengolahan hasil pertanian

4. Penyaluran hasil pertanian kepada konsumen

Menurut Apriyantono (2004), kondisi pertanian Indonesia sebagai berikut :

1. Sumber Daya Alam (SDA)

a. Lahan Sawah Sempit

b. Lahan Sawah Luas

c. Lahan Kering Sempit

d. Lahan Kering Luas

e. Lahan Gambut

f. Lahan Marjinal

g. Lahan dalam agroforestry

h. Lahan perkebunan

2. Sumber Sumber Daya Teknologi (Produksi Pertanian)

a. Teknologi Tradisi (Adat )

b. Teknologi Sederhana

c. Teknologi Input Tinggi

d. Teknologi Canggih (Komoditas Mahal)

e. Pertanian Organik

f. Pertanian Pertanian Terpadu

3. Sumber Daya Permodalan Usaha Pertanian

a. Modal Seadanya

b. Modal Lemah

c. Modal Kuat

d. Modal Modal dengan dengan Skema Skema Perbankan


Hasan H (2010)

0 komentar:

Posting Komentar